Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2017

Google maps bakal jadi media sosial ! Pasti penasaran.

UPDATELIPUTAN. Google maps baru saja menambahkan fitur baru. Fitur ini mempermudah pengguna untuk membuat lokasi-lokasi favorit mereka di Google Maps.

Google Maps

Dengan cara kerja yang baru ini, diduga Google Maps bakal menjadi sosial media baru yang berbasis lokasi peta digital. Update yang baru baru ini tersedia untuk iOS dan Android sudah menyuntikan fitur unik ini.

Bahkan, Google berinisiatif,  Anda bisa menggunakan fitur ini untuk berbagi dengan pengunjung dari luar kota. Sebelumnya, kemampuan menciptakan daftar spot-spot menarik di Google Maps ini diakomodasi lewat program Google Local Guides. Google pun berinisiatif merilis fungsi ini untuk semua pengguna Google Maps.

Memanfaatkan kebiasaan pengguna Google Maps yang bergeser, Google pun menambahkan banyak kemampuan baru di dalam aplikasinya itu. Kini dengan Google Maps, anda sudah bisa langsung pesan Uber. Bahkan Google juga menambahkan informasi parkir untuk memudahkan pengendara mobil di kota-kota Amerika.
(sumber:sinyal.co.id)

Jumat, 19 Agustus 2016

Tak Ada Ampun Untuk Pengguna Bot Pokemon Go

Bermain Pokemon Go
UPDATELIPUTAN - Kebijakan baru Niantic melakukan pemblokiran permanen terhadap setiap pemain yang pernah atau sedang melakukan kecurangan dalam game Pokemon Go, telah memakan "banyak korban" dan terpaksa diambil demi asas keadilan.

Perdebatan soal metode blokir yang ditetapkan Niantic pun muncul ke permukaan. Ada yang mengatakan pemblokiran berdasarkan pada pelacakan alamat internet protokol (ip address), berdasarkan akun, dan juga perangkat.

Keinginan untuk menguji tarung monster-monster terkuat yang dimiliki, dan ambisi menguasai Pokegym, merupakan alasan terbanyak yang ditemukan CNNIndonesia.com. ketika bertanya kepada sejumlah sumber yang menyurangi Pokemon Go.

"Masa-masa untuk jalan mencari Pokemon dan mampir ke Pokestop sudah lewat," kata Adi Rahman (32) yang memilih bikin akun baru Pokemon Go setelah akun pertamanya diblokir permanen.

Niantic pada dasarnya melacak setiap riwayat pemain Pokemon Go. Jika ditemukan keganjilan, perusahaan pimpinan John Hanke itu akan melakukan evaluasi dan mengambil sikap blokir.

Pemblokiran bisa dilakukan jika pemain tertangkap memalsukan lokasi, menggunakan emulator, melakukan modifikasi piranti lunak secara tidak resmi, atau mengakses sistem Pokemon Go secara ilegal, dan termasuk memakai piranti lunak pihak ketiga.

Pengguna lain bernama Richard Bara (28), telah memainkan Pokemon Go sejak permainan itu dirilis pertama kali. Untuk mengunduhnya di Iphone kala itu dia memakai akun Apple ID untuk kawasan Australia.

Richard terbilang rajin memainkan Pokemon Go karena ditempatnya bekerja, sebuah pusat perbelanjaan di Senayan, banyak terdapat Pokestop (tempat untuk mengumpulkan alat berburu monster) yang saban hari ditaburi umpan atau lure module. (Intelijen)

Senin, 15 Agustus 2016

Riset : Banyak Orang Australia Memandang Indonesia Tak Baik

UPDATELIPUTAN - Sebuah penelitian yang dilakukan The Australia-Indonesia Center yang berbasis di Monash University menunjukan banyak orang Australia memandang Indonesia tidak baik. Sebaliknya, banyak orang Indonesia memandang Australia sangat positif.

Riset itu menjadi tantangan signifikan yang harus diatasi untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara. Penelitian melibatkan lebih dari 2 ribu orang Australia yang disurvei.

Hampir setengah lebih dari 2000 orang Australia yang disurvei melihat Indonesia tidak baik, menurut sebuah laporan baru yang mengungkapkan tantangan yang signifikan harus diatasi untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara.

Indonesia - Australia
Penilaian negatif beberapa diantaranya muncul dari wisatawan Australia yang berada di Bali. Hanya sekitar 47 persen warga Australia yang disurvei menilai bahwa Indonesia menguntungkan, dan selebihnya menganggap Indonesia tidak aman.

Warga Australia yang jadi objek penelitian menyoroti sifat Islam di Indonesia. Kasus terorisme yang jadi isu peliputan utama media selama satu dekade terakhir turut mempengaruhi cara pandang warga Australia tentang Indonesia.

"Liputan berita media yang negatif ini mengartikan bahwa Indonesia dapat dilihat di Australia sebagai memiliki garis keras," bunyi laporan yang disusun oleh kelompok riset EY Sweeney.

"Pada akhir ekstrem dari spektrum kita menemukan beberapa vitriol intens terhadap Indonesia," lanjut laporan itu, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Senin (15/8/2016).

"Penelitian telah menunjukan bahwa jarak yang akan dilalui dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara kedua negara adalah signifikan, terutama dari pihak Australia," sambung laporan itu.

Menurut hasil riset, 87 persen dari 2.103 orang Indonesia yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka memiliki pandangan yang sangat menguntungkan dari pihak Australia. Mayoritas dari mereka mengatakan, Australia makmur, progresif, indah, bersih, ekonominya kuat dan warganya berpendidikan tinggi.

Pandangan warga Indonesia ini tak lepas dari banyaknya orang Indonesia yang kuliah di berbagai universitas Australia. Mereka juga melihat Australia sebagai penghasil daging sapi, susu, dan gandum. (Intelijen)

Minggu, 14 Agustus 2016

Manager Google Tewas : Vanessa Korban Pembunuhan Berantai ?

UPDATELIPUTAN - Kematian karyawan Google Vanessa Marcote, 27 tahun, yang ditemukan dengan kondisi mengenaskan usai hilang saat joging pada Minggu lalu, 7 Agustus 2016, menimbulkan banyak analisis. Salah satu analisis datang dari Paticia Kirby, mantan Agen Khusus Biro Penyelidik Federal (FBI) dan profiler.
Manager Google (Vanessa Marcotte)

Kirby mengatakan bahwa kematian Marcote memiliki pola. Polanya adalah dia akan mengunjungi ibunya di akhir pekan, dan akan pergi untuk joging sebelum ia kembali ke kota pada Minggu itu. Jika Marcote bukan seorang korban tindakan acak, kata Kirby, maka jogingnya di akhir pekan merupakan celah untuk membunuhnya.

Selama bekerja di FBI, Kirby telah menyelidiki sejumlah kasus perempuan yang menjadi korban pemerkosaan atau pembunuhan saat joging. Hal ini terjadi karena para penyuka joging sering terganggu musik yang mereka dengar melalui headphone. Biasanya mereka joging sendirian."Ini tempat yang produktif bagi seseorang yang berniat buruk."

Menutu Kirby, tindakan menyerang seseorang yang tengah joging juga berbicara karakter pembunuhnya, karena Marcote sosok yang atletis, dan melawan penyerangnya sebelum tewas."Mereka akan berjuang mati-matian untuk lolos,"kata Kirby, yang menjadi inspirasi untuk karakter Clarice dalam film Silence of The Lamb.

Setelah kematiannya, tubuh Marcote dibakar. Kirby berujar, tindakan ini merujuk kepada pola pikir si pembunuh setelah kejahatan itu dilakukan."Dia bertarung dengannya. Pembunuh itu tahu dia (Marcote) memiliki DNA nya," ujar Kirby. DNA si pembunuh, diduga tertinggal di tubuh Marcote, sehingga pembunuh itu membakar tubuh Marcote.

Meski begitu, pembunuh tak diyakini telah mencapai tujuannya karena tubuh Marcote tak sepenuhnya terbakar. Sebelum kematian Marcote, kasus pembunuhan yang mirip juga menimpa penggemar olahraga joging bernama Karina Vetrano, 30 tahun, asal New York. Ia juga menghilang saat joging di rawa terpencil dekat rumahnya.

Kirby menuturkan, ada kemungkinan Marcote dan Vetrano dibunuh oleh dua orang yang sama, meski berada di dua tempat yang terpisah, sekitar 400 km." Pembunuh berantai akan bepergian. Ini adalah bagian dari kemampuan mereka untuk tetap dibawah radar penegakan hukum," ucap Kirby. (Intelijen)

Pemerintah Palestina Selidiki Masjid yang Kumandangkan Lagu Pop

Penyanyi pop Timur Tengah terkenal Umm Kolthoum
UPDATELIPUTAN - Otorita keagamaan Palestina menggelar investigasi terkait sebuah masjid di Nablus, Tepi Barat yang mengumandangkan lagu pop dan bukannya adzan.

Insiden ini terjadi pada Kamis (11/8/2016) sore, ketika itu warga setempat berharap mendengar lantunan suara sang muazin mengumandangkan adzan. Namun, betapa terkejutnya warga ketika dari pengeras suara masjid mereka malah mendengar lagu pop yang dilantunkan Umm Kolthoum, salah seorang biduan ternama Mesir.

Kekacauan ini sampai ke telinga pemerintah yang langsung menggelar investigasi untuk mengetahui apakah peristiwa ini adalah sebuah sabotase atau sekedar kesalahan teknis.

Pendapat warga terkait insiden ini beragam. Sebagian warga menganggap hal tersebut tak bisa diterima tetapi sebagian lainnya menilai hal tersebut biasa-biasa saja dan cenderung lucu.

"apa itu? Oh... lagu Umm Kolthoum," kata seorang pria sambil tertawa kecil.

Umm Kolthoum, yang meninggal pada tahun 1975, adalah salah satu penyanyi pop paling terkenal di dunia Arab. Lagu-lagunya masih diputar secara teratur di berbagai stasiun radio di negara-negara TImur Tengah. (Intelijen)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Ancaman Mengerikan Untuk Charlie Hebdo, Karena Terbitkan Kartun Muslim Telanjang

Majalah Charlie Hebdo
UPDATELIPUTAN -  Majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, melapor ke polisi karena menerima ancaman mengerikan setelah menerbitkan kartun muslim telanjang. Kantor majalah ini sebelumnya jadi sasaran pembantaian setelah menerbitkan kartun untuk menggambarkan Nabi Muhammad.

Dalam edisi terbaru yang terbit Rabu lalu, sampul depan Charlie Hebdo menunjukkan karikatur untuk menggambarkan pria dan wanita muslim telanjang di pantai. Karikatur wanita digambarkan mengenakan jilbab sebahu, sedangkan karikatur pria digambarkan berjanggut panjang." Musulmans de-koin-cez-vous," demikian judul utama majalah dengan kartun muslim.

Setelah karikatur tidak pantas itu terbit, staf majalah menerima pesan ancaman mengerikan secara tertulis. "Anda akan mati," bunyi ancaman itu seperti dikutip dari Le Parisien, Sabtu (13/8/2016).

Co-shareholder perusahaan majalah Charlie Hebdo, Eric Portheault, mengatakan bahwa ancaman mengerikan tersebut sudah dilaporkan ke polisi. Dia mengakui bahwa staf majalah telah menerima ancaman pembunuhan sejak awal musim panas, dan tidak pernah berhenti.

Sebuah penyelidikan telah dibuka terkait ancaman kematian dalam pesan tertulis tersebut. Majalah satir ini terus memicu bahaya dengan menerbitkan sejumlah gambar provokatif terkait dengan isu-isu dunia, mulai dari krisis migran di Eropa hingga kecelakaan pesawat Rusia.

Majalah Charlie Hebdo tetap terbit dengan perlindungan polisi sejak kantor mereka jadi medan pembantaian kelompok bersenjata pada Januari 2015. Sebanyak 12 orang tewas, termasuk pemimpin redaksi majalah. Para penyerang mengklaim pembantaian itu sebagai balasan atas tindakan majalah yang menerbitkan kartun untuk menggambarkan Nabi Muhammad. (Intelijen)

Ledakan di Thailand Berasal Dari Bom Waktu dan Kendali Ponsel

Ledakan di Thailand
UPDATELIPUTAN - Insiden 11 ledakan bom di Thailand masih dalam penyelidikan, terutama terkait pelaku dan motifnya. Salah satu yang sudah berhasil diungkap adalah bom yang digunakan untuk menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya dibeberapa destinasi wisata berbeda.

Foto hasil jepretan polisi Hua Hin menunjukkan pecahan bom yang disembunyikan didalam pot tanaman ditandai oleh petugas. Bom itu dimaksudkan untuk menjadi senjata mematikan yang memakan banyak korban. Dijelaskan, jumlah korban tewas yang terbilang sedikit adalah suatu keberuntungan.

Berdasarkan laporan Bangkok Post, Jumat (12/8/2016), ada dua jenis bom yang digunakan pelaku. Dua hulu ledak di Phuket depan kantor polisi di ujung jalan Thawiwong, Patong, adalah bom waktu. Seorang pengojek motor dikabarkan menjadi korban terluka dalam insiden ini.

Sementara ledakan yang terjadi di Hua Hin pada Kamis, 11 Agustus 2016 malam adalah bom yang dikendalikan dari jarak jauh. Polisi mengungkap, bom itu dikendalikan dengan ponsel dan diledakan sekitar pukul 22.00 dan 22.00 waktu Thailand.

Ledakan di Hua Hin terjadi dekat pusat wisata malam, yakni didepan bar di Soi Bintabat, dekat persimpangan Fah Pah. Tidak hanya bar-bar yang bisa dikunjungi, banyak restoran dan minimarket disini juga buka hingga larut malam sehingga sangat diminati waisatawan asing. (Intelijen)