Riset itu menjadi tantangan signifikan yang harus diatasi untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara. Penelitian melibatkan lebih dari 2 ribu orang Australia yang disurvei.
Hampir setengah lebih dari 2000 orang Australia yang disurvei melihat Indonesia tidak baik, menurut sebuah laporan baru yang mengungkapkan tantangan yang signifikan harus diatasi untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara.
![]() |
| Indonesia - Australia |
Warga Australia yang jadi objek penelitian menyoroti sifat Islam di Indonesia. Kasus terorisme yang jadi isu peliputan utama media selama satu dekade terakhir turut mempengaruhi cara pandang warga Australia tentang Indonesia.
"Liputan berita media yang negatif ini mengartikan bahwa Indonesia dapat dilihat di Australia sebagai memiliki garis keras," bunyi laporan yang disusun oleh kelompok riset EY Sweeney.
"Pada akhir ekstrem dari spektrum kita menemukan beberapa vitriol intens terhadap Indonesia," lanjut laporan itu, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Senin (15/8/2016).
"Penelitian telah menunjukan bahwa jarak yang akan dilalui dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara kedua negara adalah signifikan, terutama dari pihak Australia," sambung laporan itu.
Menurut hasil riset, 87 persen dari 2.103 orang Indonesia yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka memiliki pandangan yang sangat menguntungkan dari pihak Australia. Mayoritas dari mereka mengatakan, Australia makmur, progresif, indah, bersih, ekonominya kuat dan warganya berpendidikan tinggi.
Pandangan warga Indonesia ini tak lepas dari banyaknya orang Indonesia yang kuliah di berbagai universitas Australia. Mereka juga melihat Australia sebagai penghasil daging sapi, susu, dan gandum. (Intelijen)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar